Tips Broker Forex
IB FXCM Indonesia September 1, 2016 6 Comments

Banyak sekali trader forex yang masih bingung atau tidak paham dalam menentukan di mana seharusnya mereka memilih broker forex untuk kegiatan trading forex nya. Sekarang ini banyak sekali bertebaran di internet broker forex luar negri yang online, dan broker forex lokal di Indonesia.
Padahal menentukan broker forex mana yang baik, fair dan aman adalah sangat penting. Karena jika anda salah memilih broker forex maka anda akan menemui banyak masalah ketika anda trading forex di broker tersebut.

Bijaklah dalam memilih Broker Forex. Karena di media terutama internet banyak sekali broker forex “nakal”, curang, bandar ataupun regulasi yang tidak jelas dengan menyebut dirinya broker forex terbaik, terpercaya, no.1, dan sanjungan palsu lainnya. Yang memperdaya trader forex tanpa pengalaman sehingga banyak dari trader forex tersebut merasa dirugikan ataupun banyak menemukan masalah saat trading di broker tersebut

Kurangnya pengetahuan seorang trader forex dalam memilih broker forex akan membawa kerugian bagi trader forex tersebut di masa yang akan datang.
Dengan banyaknya broker forex baru yang bermunculan pada beberapa tahun terakhir ini, tidak berarti semua broker forex tersebut sama dalam memberikan pelayanan kepada para trader forex yang menggunakan broker forex tersebut.

Demi kelangsungan trading forex anda yang menguntungkan maka sangat penting bagi anda untuk memastikan dan mengetahui broker forex yang anda gunakan itu aman adil dan tidak mempermainkan anda.

Berikut ini beberapa poin penting yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih broker forex yang baik, aman, dan fair agar anda sebagai seorang trader forex tidak salah dalam memilih broker forex dan tidak menyesal di kemudian hari ketika aktivitas trading forex anda di suatu broker merasa dicurangi atau menemukan masalah.


#1. Regulasi Broker Forex

Regulasi suatu broker forex sangatlah penting. Broker forex tanpa regulasi yang jelas maka broker forex tersebut akan dengan bebasnya bisa berlaku curang dan “nakal”, karena tidak adanya pihak regulator yang mengawasi dan memberikan sangsi kepada broker forex tersebut.
Banyak sekali Regulator yang tersebar di berbagai negara seperti NFA & CFTC di Amerika, FCA di Inggris, ASIC di Australia, BAFIN di Jerman, CYSEC di Cyprus dan lain sebagainya, kalau di Indonesia sendiri regulator-nya dinamakan BAPEPTI.

Tetapi tidak semua regulator tersebut bagus dan mempunyai aturan yang ketat dan sangsi yang berat bagi broker forex yang ketahuan berbuat curang atau mendapatkan banyak komplain dari para nasabahnya. Jadi belum tentu juga sebuah broker forex dengan regulasi di atas bisa dinyatakan aman dan fair. Semakin bingung kan anda ? karena percuma juga bila broker forex memiliki regulasi tetapi pihak regulatornya tidak mempunyai aturan yang ketat dan sangsi yang berat, bahkan ada pula regulator yang bisa diajak “bermain” demi menghilangkan sangsi terhadap suatu broker forex yang terbukti melakukan kecurangan/kesalahan.

Terus sekarang pertanyaan anda adalah regulator apa yang paling ketat dan mempunyai sangsi yang berat serta tidak bisa diajak “bermain” oleh broker forex nakal/curang ?
Dari semua regulator yang ada di dunia, dikerucutkan lagi atau diambil yang terbaik,  boleh dikatakan regulator yang paling ketat aturannya, pengawasannya serta berat sangsinya kepada broker forex jika melakukan kesalahan/curang adalah NFA-CFTC & FCA.

NFA – CFTC di USA dan FCA di UK

Tetapi sayangnya peraturan regulator NFA-CFTC di USA tidak begitu disukai oleh para trader forex karena adanya peraturan FiFo (First in First out) pada broker forex yang ter regulasi olehnya. FiFo artinya ketika anda membuka beberapa posisi trading, maka ketika ingin menutup posisi harus dilakukan dari posisi yang pertama kali dibuka terlebih dulu. Dengan adanya peraturan FiFo maka banyak trader forex yang merasa keberatan jika trading di broker forex dengan regulasi NFA-CFTC, maka dari itu broker forex dengan regulasi tersebut rata-rata nasabahnya hanya nasabah lokal di USA saja, karena memang peraturan bahwa warga negara USA hanya bisa trading forex di broker forex dengan regulasi NFA-CFTC, sedangkan broker forex lain di luar regulasi NFA-CFTC rata2 tidak menerima nasabah yang berasal dari USA.

Financial Conduct Authority (FCA) adalah regulator di Inggris (UK), dulunya bernama FSA dan telah berganti nama menjadi FCA. Boleh dikatakan salah 1 regulator terbaik di dunia, karena tidak mudah suatu broker forex bisa ter-regulasi oleh FCA, karena memang peraturannya ketat, tetapi istimewanya tidak ada peraturan yang mengatur seorang trader forex dalam melakukan aktivitas trading forex nya, jadi boleh menggunakan cara trading apapun juga dan bebas. Maka dari itu broker forex dengan regulasi FCA boleh dikatakan broker forex yang aman dan fair.
Hati-hati, banyak broker forex baru yang belum jelas sepak terjangnya mengaku punya regulasi FCA, padahal tidak, jadi harap cek langsung di website FCA apakah broker forex tersebut benar-benar ter Regulasi FCA, bisa di cek langsung di website www.fca.org.uk

#2. Dealing Desk (DD) atau No Dealing Desk (NDD)

Dealing Desk=Bandar=Bucket Shop

Apa itu broker forex bandar? ini berarti bahwa broker forex tsb dalam posisi melawan trading anda, kalau Anda loss maka mereka akan mendapatkan income. Anda loss $1000 maka broker bandar akan mendapatkan income $1000. Ini adalah cara kerja broker bandar.

Broker bandar ini umumnya akan membatasi cara trading klien, dan juga banyaknya peraturan-peraturan yang menguntungkan mereka sendiri. Hal tersebut terjadi karena memang Conflict of Interest diantara broker dan nasabah sangat tinggi. Hal ini juga membuka peluang terjadinya kecurangan tanpa sepengetahuan, seperti dengan cara eksekusi order lambat, server sering down, hang, requote, harga berhenti (freeze), stop loss hunting, dilarang pakai teknik ini itu, manipulasi harga, dan lain-lain supaya anda mudah kalah/loss

Jadi agar orang tetap tertarik, maka biasanya mereka tampil dengan beragam iming-iming dan fasilitas yang fantastis, seperti leverage bisa sampai 1:500 bahkan 1:1000, bebas bunga, spread kadang super kecil dan fixed (gak sesuai market), bonus berjibun, bisa transfer2an dengan pihak ke 3, dan hal-hal lain yang bertujuan untuk menarik orang agar sesegera mungkin mensetor duit di mereka.

Sebenarnya boleh-boleh saja trading lewat broker bandar. Tetapi harus cari yang besar agar kuat bayarin anda kalau menang + HARUS yang teregulasi agar tidak terlalu curang amat terhadap anda (agar masih dapat terkontrol dalam batas kewajaran). Dari banyaknya broker bandar yang ada boleh dibilang sebagian besar dari mereka sering melakukan kecurangan.

Broker Bukan Bandar = No Dealling Desk ( NDD )

Ciri dan karakteristik dari broker No Dealling Desk:

  • Mereka meengambil keuntungan hanya dari selisih spread.
  • Mereka meneruskan order (posisi buy/sell) dari klien ke ke liquidity provider-nya yang menjadi mitra broker (bisa bank besar atau bahkan pialang besar lainnya)
  • Tidak membatasi gaya trading kustomer seperti scalping, hedging, trap, dsb. Mengapa bisa bebas? karena memang tidak ada Conflict of Interest diantara broker dengan nasabah.
  • Karena NDD, harga yang tersedia di klien juga apa adanya tanpa terdapat perubahan atau campur tangan dari pihak broker. Akibatnya harga/spread tidak mungkin fixed (spread pasti berubah-rubah sesuai market / floating ). Biasanya saat-saat menjelang berita spread bisa melar-melar. Namun ada juga sisi baiknya, yaitu harga akan lebih transparan dan apa adanya.
  • Umumnya leverage yang diberikan tidalah terlalu tinggi rata-rata 1:100. Semua harus sesuai dengan apa yang ada di market sesungguhnya.

Disarankan menggunakan dan memilih broker forex No Dealing Desk / Bukan Broker Bandar

 

#3. Segregated Account / Rekening Terpisah

Apa itu segregated account / rekening terpisah ?
Segregated account itu artinya pemisahan rekening. Dan yang dimaksud segregated account di suatu broker adalah pemisahan antara rekening operasional perusahaan dengan rekening untuk dana nasabah. Dana untuk perusahaan broker tidak boleh dicampur-adukkan dengan dana milik nasabah, karena untuk faktor keamanan.
Dan segregated account ini diawasi dan dilindungi oleh pihak regulator, jadi andaikata se waktu-waktu broker forex tersebut mengalami kebangkrutan/kolaps/tidak beroperasi lagi karena sesuatu hal, maka dana seluruh nasabah akan tetap aman dan bisa ditarik kembali.

Tidak semua broker forex menggunakan segregated account, bahkan ada pula broker forex “nakal” yang tidak menggunakan segregated account tetapi mengaku menggunakannya, padahal tidak. Maka dari itu pilihlah regulator yang benar2 ketat pengawasannya sehingga broker forex tidak bisa membohongi nasabahnya. Jadi sebaiknya pilihlah broker forex yang menggunakan segregated account tentu disertai dengan regulasi yang terbaik yaitu FCA.

#4 Reputasi Broker Forex tersebut di Dunia

Banyak sekali broker forex lama ataupun baru bertebaran di mana-mana, dengan iklan di berbagai website, dan dalam iklan-nya dan websitenya mengatakan sebagai broker forex terbaik | broker forex terpercaya | broker forex no.1 | broker forex penghargaan terbanyak …dan lain sebagainya, berbagai macam sanjungan lainnya yang menggambarkan reputasi yang bagus.
Padahal apa yang disebutkan itu belum tentu benar, bahkan boleh dikatakan banyak sekali broker forex dengan regulasi tidak jelas, broker bandar curang, broker nakal, broker forex yang masih baru hampir semuanya menggunakan kata sanjungan semacam itu guna memperdaya calon klien/nasabah agar mau menggunakan broker forex tersebut.

Sebaiknya sebelum anda terpengaruh oleh kata sanjungan itu, alangkah baiknya ditelusuri terlebih dulu, apakah benar dan ada bukti di media masa independen yang menyatakan kebaikan pada broker forex tersebut.
Pilihlah broker forex yang mempunyai reputasi bagus, dengen terlebih dulu menelusuri asal usulnya, bisa dikatakan broker forex yang tua umurnya lebih bisa dipercaya daripada broker forex yang masih seumur jagung.

#5 Broker forex yang bisa Deposit lokal pihak ke 3, melalui exchanger, atau deposit melalui IB, BAHAYA !

Banyak sekali broker forex yang regulasinya tidak jelas, atau menggunakan regulasi yang tidak ketat aturan dan pengawasannya, mereka menerima deposit melalui perantara pihak ke 3, exchanger atau IB broker forex tersebut merangkap sebagai perantara , dengan menerima deposit lokal dari para nasabahnya.
Padahal jika anda seorang trader melakukan deposit ke broker forex melalui pihak ke 3, sama saja artinya anda percayakan dana deposit anda kepada pihak ke 3 tersebut. Bukan menaruh kepercayaan kepada broker forex nya secara langsung.
Karena apabila pihak ke 3 sebagai perantara deposit itu kabur atau membawa lari uang deposit anda, maka pihak broker forex nya pun tidak akan bertanggung jawab mengganti kerugian deposit anda yang telah dibawa kabur oleh pihak ke 3 ( bisa exchanger, pemilik rekening deposit bank lokal, IB broker forex merangkap sebagai perantara deposit).
Sedangkan withdrawal atau penarikan dana juga sangat berbahaya jika melalui perantara pihak ke 3, karena apabila pihak ke 3 tersebut tidak membayar trader yang melakukan withdrawal/penarikan dana, maka pihak broker forex tidak akan bertanggung jawab juga, karena broker forex tersebut sudah merasa memberikan penarikan dana anda kepada pihak ke 3 tersebut.

NFA-CFTC dan FCA melarang cara deposit melalui pihak ke 3

Regulator yang melarang deposit melalui perantara atau pihak ke 3 adalah NFA-CFTC dan FCA. Dimana semua broker forex yang ter-regulasi oleh NFA-CFTC dan FCA pasti tidak akan menerima deposit dari pihak ke 3, tetapi harus langsung antara trader pemilik akun trading melakukan deposit ke broker forex itu sendiri. Itu semua demi keamanan dana deposit yang dipercayakan kepada broker forex tersebut.

Jadi pilihlah broker forex yang hanya menerima deposit secara langsung dari nasabahnya, dan tidak menerima deposit dari pihak ke 3, ataupun deposit lokal dimana pemilik rekening bank deposit lokal itu adalah pihak ke 3, bukan broker forex nya langsung.

 


 

— 6 Comments —

    • Menurut kami bappebti tdk termasuk regulator yg ketat krn masih banyak pelanggaran yg dilakukan broker2 lokal di Ind tetapi tidak ada tindakan yg dilakukan, kalau dibandingkan dengan FCA (Financial Conduct Authority) sbg regulator di UK/Inggris sangat jauh berbeda. Dimana FCA sangat disegani dan terkenal sebagai regulator yg sangat ketat di dunia.
      Kami sebagai perwakilan/ib FXCM UK dengan regulasi FCA, mengarahkan trader forex untuk memilih FXCM UK dengan regulasi FCA yg ketat sehingga dapat trading dengan aman, nyaman dan dana deposit terjamin oleh FCA.

    • Broker forex yang terpercaya dan fair:
      1. Regulasi jelas (FCA, NFA, CFTC, ASIC)
      2. Eksekusi No Dealing Desk asli, jadi tidak ada kepentingan terhadap kegiatan trading nasabahnya. (Hati2 banyak broker forex No Dealing Desk PALSU/abal2 dengan menyebut dirinya NDD, padahal bukan)
      3. Tidak membatasi gaya trading nasabahnya, bebas.
      4. Tidak menerima deposit/wd dari pihak ke 3 yg tdk jelas/bank lokal milik IB/perantara.
      5. Tidak mempersulit withdrawal ketika seorang nasabah profit dengan cepat ( banyak broker yang mempersulit WD ketika seorang nasabahnya bisa profit besar/cepat terutama dengan tehnik scalping)

    • Hati-hati pak, banyak broker forex dengan regulasi FCA palsu atau hanya teregistrasi FCA saja, BUKAN ter REGULASI resmi FCA.
      Jadi bedakan antara ter-registrasi dengan ter-regulasi FCA, sangat beda.
      Biasanya broker yang hanya teregistrasi FCA masih bisa gunakan pihak ke 3 utk deposit, tapi kalau sudah ter REGULASI FCA maka tidak bisa melalui pihak ke 3 karena memang tidak diperbolehkan oleh FCA.
      Anda bisa cek langsung di situs FCA yaitu fca.org.uk mengenai data broker yg mengatakan ter regulasi oleh FCA, di sana ada datanya pak bisa di cek detailnya.

      Ciri-ciri bila broker 100% ter REGULASI resmi oleh FCA , bisa di cek langsung di situs fca.org.uk*, yaitu :

      – Di bagian Current Status di situs anggota FCA nya tertulis AUTHORISED (bukan EEA Authorised, karena EEA Authorised itu sama dengan hanya ter registrasi saja, artinya mereka diperbolehkan untuk melaksanakan usaha di negara Eropa dan Inggris , tetapi mereka BUKAN pialang atau broker yang dijamin oleh FCA UK tersebut). Karena FCA hanya menjamin broker yang ter REGULASI saja dng status AUTHORISED.
      – Di bagian Notices di situs anggota FCA UK tersebut tertulis : Able to hold and control client money (bila tidak ada tulisan ini, maka mereka bukan teregulasi FCA sepenuhnya, tetapi hanya ijin untuk diperbolehkan memasarkan di wilayah negara Inggris (UK), tetapi kalau terjadi apa-apa maka FCA tidak turut campur).

      Banyak broker forex yang hanya ter-registrasi FCA saja (bukan ter-Regulasi FCA) tapi mereka promo dengan menyatakan ter-regulasi FCA, padahal TIDAK.
      Jadi anda harus jeli dan paham dulu mengenai hanya ter-Registrasi ( Registered ) ataukah sudah ter-Regulasi (Regulated) oleh FCA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *